 |
Profil Guru Utama |
Biografi |

 |
Di SMP dia sering dikeluarkan saat pelajaran karena selalu terlibat adu argumen. Ia menggugat ketidaksesuaian informasi yang diberikan guru dengan buku bacaan yang dipelajarinya.
"Di SMU pun demikian, saya sempat berurusan dengan 3 guru. Saya langganan guru BP, karena sering terlibat debat dengan guru. Saat itu, pendidikan kita masih mengajarkan bahwa guru adalah sumber kebenaran dan segalanya, sehingga hanya patut digugu dan ditiru. Adu argumen menjadi sesuatu yang tidak lazim dilakukan dan dianggap melanggar," jelasnya.
Karakteristik Dicky ketika kecil ini dilakukan pula oleh anak sulungnya. "Tak jarang saya dipanggil pengajarnya, bahkan ia sekarang pindah sekolah pun karena terlalu sering anak saya berurusan dengan guru. Ia berani protes bila ada yang tidak benar. Banyak referensi dari saya, tetapi berbeda dengan guru," papar Dicky.
Yang jadi pedoman bagi Pertala adalah orangtua, dan itu yang seharusnya dilakukan oleh orang tua saat ini, lanjutnya. Sehingga tidak kehilangan wibawa dan melepas tanggung jawab pendidikan serta pengajarannya pada sekolah. Bagaimana pun orang tua yang akan dimintai tanggung jawab terhadap apa yang dilakukan anaknya. Sekolah hanya membantu orang tua, bukan sebaliknya.
Halaman [1] [2] [3] [4] [ 5 ] |
|
 |
 |